Winnetou

September 26, 2008 at 8:38 am 2 comments

Kematian Winnetou membuat saya menangis. Setiap kali saya membacanya, setiap kali itu juga saya mengulangi kesedihan yang sama. Menikmati rasa kehilangan yang sama. Buku itu (serial Winnetou III) memang sudah berkali-kali saya baca. Dan ketika kisahnya sampai pada drama kematian Winnetou, saya tidak sanggup untuk tidak bersedih. Setiap kali membacanya, saya hanyut dalam suasana duka.

Sebetulnya pada kali kedua saya membaca Winnetou III, saya seperti ingin melewati bagian itu –bagian ketika Winnetou tertembak dan mati di pengkuan Old Shuterhand, sahabatnya. Saya ingin melompat langsung ke bagian berikutnya. Begitupun ketika saya membacanya pada kali ketiga, keempat atau kelima. Ketika saya membaca ulang buku-buku tersebut, bukan langsung dari buku III. Biasanya saya membacanya mulai dari awal lagi : Winnetou I, II dan kemudian III. Itu kebiasaan agar saya tetap mendapat semangat dan nuansa yang sama persis seperti ketika saya pertama kali membacanya.

Nah, karena drama kematian Winnetou ada pada buku winnetou III, maka ketika bacaan saya sudah sampai di sana, saya seolah sedang memasuki pintu gerbang kesedihan. Saya tahu, perasaan duka yang sama akan saya alami kembali. Halaman demi halaman, tetap saya titi pelan-pelan tanpa bisa berpaling. Sebetulnya saya sudah hafal di halaman berapa tragedi itu terjadi. Karenanya, saya selalu ingin melompati halaman-halaman penuh tragedy itu. Mungkin karena bagian itu terlalu sedih untuk saya. Kehilangan seorang tokoh yang selama ini hidup dalam diri kita –meskipun hanya sekadar tokoh fiksi– tetaplah sebuah kehilangan. Tapi, entah kenapa, saya selalu gagal melompati bagian itu. Mungkin setiap kali saya ingin melakukannya, saya merasa seolah menjadi seorang penghinat : sepertinya saya hanya mau menyaksikan kegagahannya, juga sikap ksatrya Winnetou. Namun saya memalingkan muka ketika harus mengantarkannya ke Padang Perburuan Abadi.

“Sejarah manusia kerap dihiasi oleh kematian-kematian yang indah,” tulis Gunawan Mohamad dalam salah satu esainya. Seperti kisah pilot Kamikaze yang mengorbankan diri demi kejayaan sang Kaisar Jepang. Mungkin bagi saya, kematian Winnetou itu adalah salah satu kematian yang indah. Meskipun, saya tahu pasti, Winnetou hanya tokoh fiksi Karl May.

Pengarang ini lebih dulu menciptakan Swallow, kuda pemberian Winnetou kepada Old Shuterhand. Baru kemudian tokoh Winnetou diciptakan. Dia mengisahkan kisah-kisah petualangan di padang Praire kepada rekan-rekannya satu sel saat dia menjadi penghuni penjara Waldheim (1870 – 1874 ), dengan nomor kode 402. Mungkin awalnya kisah-kisah itu adalah bualan May saja untuk mengusir kebosanan hidup di dalam sel. Dia dikenal sebagai narapidana tukang mengkhayal. Untung saja menasehat rohani penjara menyarankan dia untuk menuliskan semua kisah-kisah hayalnya. Hasilnya, saya bisa berkenalan dengan Winnetou, Klekih Petra, Sayed Omar, Sam Hawkens dan tokoh-tokoh lainya.

Tokoh-tokoh itu begitu hidup dan mempengaruhi jutaan pembacanya. Salah satunya adalah saya, yang kembali menangis, saat membaca ulang kisah kematian Winnetou.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Syaikhon Menonton Laskar Pelangi

2 Comments Add your own

  • 1. Nedh  |  September 28, 2008 at 2:50 am

    Hey Salam Kenal..
    Dulu Semasa SD Saya suka sekali ke PERPUSTAKAAN tuk Baca Buku Cerita, ada banyak buku cerita yang aku baca, namun ada dua Buku yang dulu sangat aku suka ceritanya yang judul dan jalan ceritanya sudah Aku Lupa.
    Buku 1. Bercerita tentang seorang anak yang bercita-cita jadi bajak Laut, bercerita tentang sumpah dengan darah hingga perburuan harta karun.(buku Ini Berseri Hingga Jilid Vi-klo ngga’ salah)
    buku 2. Bercerita tentang Orang Indian, tentang perburuan, tentang harimau. tentang hutan suku indian.Klo ngga’ salah juga tentang kedatangan Orang kulit Putih
    Ketika Ayat-ayat cinta Muncul dan dibanding-bandingkan dengan WINNETOU. baru aku berpikir dan mencoba mengingat-ingat, apakah buku 2 yang kumaksudkan itu winnetou? so…nama Winnetou & Old shuterhand itu sepertinya buka nama yang asing.
    Klo memang buku yang kubaca dulu itu winnetou berarti aku harus beli buku itu neh….

    Reply
  • 2. ekokuntadhi  |  September 29, 2008 at 8:27 pm

    Mungkin buku tentang indian itu, benar Winnetou, tentang perjuangan suku Indian di padang Praire, bagian Barat Amerika. Tapi sepanjang pengatahuan saya, dibuku itu tidak diceritakan mengenai Harimau, yang ada adalah berburu Beruang. Kalau kamu suka kisah-kisah petualangan, Winnetou I s/d IV merupakan pilihan yang menarik. Buku Karl May lainnya juga menarik : Kara Ben Nemsi I s/d III, Hantu Liano Estacado, Anak Pemburu Beruang atau Dan Damai di Bumi. Sebagai informasi, untuk pecinta Karl May ada situsnya juga lho, http://www.indokarlmay.com. Salam…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

September 2008
M T W T F S S
    Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Top Posts

  • None

Recent Posts

Blog Stats

  • 835 hits

Top Clicks

  • None

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.