Menonton Laskar Pelangi

September 29, 2008 at 8:31 pm 2 comments

Saya menyaksikan film Laskar pelangi bersama sahabat saya, Raya. Seperti biasa sehabis menjalankan aktifitas bersama, kami terlibat diskusi . Juga setelah nonton film ini. Saya yang kebetulan sudah membaca novelnya merasa sajian Riri Riza ini lumayan : meski terlalu banyak yang ingin dicuplik dari novel yang inspiratif itu. Saya menyukai tokoh Mahar dan Kucai dalam film itu. Adegan Mahar ketika menyanyi lagu melayu Bunga Seroja, walaupun terasa karikutural, bagi saya sangat menarik. Sementara Kucai, meski bukan tokoh sentral dalam film itu, berhasil menggambarkan keaslian anak-anak Belitong.

Raya lebih menyukai tokoh Harun. Ekspresi Harun dalam film itu selalu membuatnya senang. Namun bagi sahabat saya ini, adegan yang paling disukai adalah ketika Lintang setiap pagi bertemu buaya saat berangkat sekolah. Tapi Raya sangat menyayangkan kenapa pada film itu tidak ada tokoh superhero yang berani melawan buaya. Kenapa dalam film semuanya harus sama seperti dalam kehidupan nyata –orang-orang takut pada buaya.

Sebuah film bagi Raya adalah pertarungan sebagaimana adanya. Film yang tidak ada adegan perangnya, sama garingnya dengan kerupuk kulit. Adegan perang yang dimaksud juga bukan seperti dalam film Saving Private Ryan yang sangat riil itu, dengan ceceran darah dan buncahan daging pecah. Cukup adegan berkelahi dengan bunga-bunga api di sana-sini. Film tanpa adegan berkelahi dengan bunga api, bagi sahabat saya itu, selain garing juga bikin seret tenggorokan. Karenanya, ketika Lintang hanya menunggu buaya itu lewat dan dia nyaris telat bertanding Cerdas-Cermat, Raya sangat kecewa.

“Seandainya sutradara memasukan tokoh Ultra Man di film itu, pasti lebih seru,” ujarnya. Dia lalu membayangkan buaya itu tidak cuma diam, tetapi mengejar Lintang dengan ganas. Lintang pucat melihat buaya yang tiba-tiba ngamuk. Untung saja sebelum buaya itu berhasil menerkam, datang Ultra Man menghadang.

Seperti superhero yang lain, kita tidak pernah tahu dari mana datangnya Ultra Man. Pokoknya dia tiba-tiba hadir ketika ada anak kecil membutuhkan pertolongan. Lalu terjadi pertarungan seru. Mulanya buaya itu mengibas Ultra Man dengan ekornya. Ultra Man terpental beberapa meter. Buaya makin ganas. Namun, karena Ultra Man adalah jagoan, dengan gampang dia mengatasi buaya tersebut.

“Tapi Ray, ini adalah film Laskar Pelangi. Tidak mungkin sutradaranya memasukan tokoh Ultra Man di sana,” sergahku membela film ini. Tapi Raya tetap tidak mau kalah.

“Kalau ada Ultra Man, Pak Harfan tidak perlu mati. Dia terlalu capek membetulkan dinding sekolah yang mau roboh. Sementara Pak Guru Bakrie tidak mau membantunya. Kalau ada Ultra Man, jangankan gedung sekolah yang terbuat dari papan. Gedung bertingkat saja masih bisa disanggah oleh Ultra Man.”

Saya melihat ada sedikit kekecewaan di wajahnya. Pantas saja, sepanjang film, bukannya serius menatap layar Blitz Megaplex, dia malah asyik jumpalitan di kursinya. Di tengah bioskop yang remang-remang itu, dia malah mendekati anak lain yang juga bosan dengan film yang tidak ada adegan perangnya itu. Mereka berdua berlarian. Mengganggu penonton lain. Saya tahu sejak awal masuk ke bioskop yang dia tunggu hanya satu : kapan Ultra Man menampakkan diri.

“Film kok, nggak ada Ultra Man-nya. Kayak sinetron Indonesia aja,” protesnya bersungut-sungut.

Entry filed under: Uncategorized. Tags: .

Winnetou Bangkrut

2 Comments Add your own

  • 1. Dian Puss  |  October 7, 2008 at 10:29 am

    Hmmm…yup, aku juga dah nonton, alur filmnya datar, nggak ada klimaksnya. Wajar jika raya menginginkan adegan tegang hadir di film ini. Karena aku aja yang dah gede jadi gemes sendiri dan cuma berguman “cuman gitu doang niih”. Tapi paling nggak, secuplik bagian dalam novel favorit mampu di visualisasikan dan mampu bikin aku terharu. Untuk raya, mungkin ultramannya si buayanya, tapi belom berubah wujud :P
    Cheeerssss

    Reply
  • 2. ekokuntadhi  |  October 7, 2008 at 11:18 am

    Kalo bener Utraman adalah buaya yang belum berubah wujud. Kayaknya saya dan Raya harus nonton Laskar Pelangi 2, nih. Mudah-mudahan kali ini tidak meleset!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


 

September 2008
M T W T F S S
    Oct »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

Top Posts

  • None

Recent Posts

Blog Stats

  • 835 hits

Top Clicks

  • None

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.