Archive for October, 2008
Calon PNS
Ada berita di TV beberapa hari lalu. Kisahnya, ada seorang kepala desa di Mulyoagung, Bojonegoro, Jawa Timur bernama Sawiyono mendapat kiriman SMS dari seseorang yang memberikan informasi ada lowongan masuk jadi PNS. Karena percaya pada SMS itu, dan ingin berbuat baik bagi warga kampungnya, sang kepala desa meneruskan informasi tersebut kepada para pemuda di desanya.
Dalam SMS tersebut diberitahukan salah satu syarat untuk menjadi PNS adalah dengan membuat tato pada bagian wajah, selain tinggi badan tidak boleh kurang 165 cm. Entah ada angin apa, informasi tersebut juga diteruskan sang kepala desa kepada dua pemuda di desanya, Bambang (40) dan Nanang (35) . Tergiur peluang menjadi PNS –sebetulnya posisi yang ditawarkan adalah intel– tanpa pikir panjang kedua pemuda itu melaksanakan syarat khusus tersebut. Mereka berdua mentato wajahnya. Seorang memilih gambar bunga-bunga dan bentuk pohon korpri di kedua pipinya seorang lagi memilih tato sisik ular agar terkesan garang. Mungkin mereka pikir, sebagai intel dengan wajah di tato mereka dapat nyaru jadi siapa saja tanpa ketahuan orang.
Bambang dan Nanang
SMS Malam
Kalau ada pembawa acara yang membuat saya kagum adalah para perempuan yang membawakan sebuah acara ‘bodoh’ yang ditayangkan tengah malam di beberapa stasiun TV. Acaranya semacam kuis yang jawabnya melalui SMS. Selama setengah jam cewek seksi yang membawa acara harus muter-muter ngomong yang itu-itu saja.
Artinya sepanjang acara itu dia harus mencari celah untuk menjawil perhatian penonton padahal tema dan bahan yang harus disampaikan sama sekali tidak menarik. Itulah yang membuat saya kagum, bagaimana cewek-cewek cantik ini agak tersiksa tapi tetap tersenyum.
Setelah TV Tuner dan Dual-On?
Apa yang menjadi andalan ponsel-ponsel merek baru di Indonesia? Menurut catatan saya, setidaknya ada dua fitur yang sampai saat ini masih menjadi bahan jualan mereka –TV tuner dan dual on. Fitur dual-on (bisa aktif untuk dua kartu sekaligus), sebetulnya bukan sesuatu yang ‘wah’ banget. Sejak lama kita sudah dapat mengisi ponsel dengan dua kartu sekaligus, cukup dengan modifikasi sedikit pada bagian SIM Card.
Lagipula untuk fitur dual-on bisa dibilang Samsung lebih dulu memperkenalkan fitur ini ke pasaran Indonesia. Bedanya jika ponsel Samsung dengan fitur tersebut harganya ‘naudzubillah’, sementara ponsel-ponsel baru yang mengandalkan fitur dual-on harganya sudah ‘Alhamdulillah’.
Tata Niaga Perdagangan Ponsel
Mau tahu berapa jumlah ponsel yang beredar di Indonesia selama 2007? Menurut data barang beredar jumlahnya mencapai 21 juta unit. Sedangkan jumlah impor ponsel yang tercatat hanya 1,5 juta saja. Berarti dari 21 juta ponsel yang dijual di Indonesia selama 2007, hanya 1,5 saja yang bayar pajak resmi. Kabarnya inilah salah satu alasan pemerintah ingin membuat aturan lebih ketat mengenai perdagangan ponsel. Istilahnya semacam tata niaga perdangan ponsel.
Meskipun, pengalaman kita tentang tata niaga perdagangan, kecenderungannya selalu mendistorsi pasar, membuat persaingan mandeg dan konsumen membayar jauh lebih tinggi. Satu hal lagi, seringkali juga hanya mengguntungkan segelintir orang saja.
Dua Nomor, Dua Produk
Setelah Mobile-8 memiliki ijin operasional Fixed Wireless Access (FWA) dan meluncurkan produk Hepi, sepertinya bakal ada perubahan besar dalam formula bisnis mereka. Sebelumnya mereka sudah mengeluarkan produk Fren, sebagai seluler berbasis teknologi CDMA.
Sedangkan Hepi adalah FWA dengan basis teknologi CDMA juga. Antara ijin seluler dan FWA memang perbedaannya hanya pada pembatasan operasional dan formula tarif. Kalau seluler bisa digunakan dimanapun, sementara FWA sebetulnya hanya bisa digunakan dalam area terbatas. Istilahnya limited mobility.
Recent Comments